VIX

Thursday, May 6, 2010

Gaji Sri Mulyani 2 Kali Gaji Presiden RI

Menjadi Direktur Pelaksana Bank Dunia, Menteri Keuangan Sri Mulyani bukan saja akan berkibar di tingkat dunia, melainkan ia akan menikmati penghasilan yang jauh lebih besar dibandingkan dengan penghasilannya selama ini.

Untuk posisi baru yang akan dijabatnya mulai 1 Juni, mengacu pada laporan Keuangan Bank Dunia 2009, Sri Mulyani diperkirakan akan menerima gaji tahunan lebih dari US$347.000 (atau sekitar Rp 3,14 miliar) atau sekitar Rp 250 juta per bulan. Jumlah inilah yang diterima oleh pejabat yang akan digantinya, Juan Jose Daboub.

Jika ditambah dengan tunjangan pensiun sebesar US$52.752 dan tunjangan lain-lain sebesar US$76.698, maka total yang diterima Sri Mulyani sekitar US$ 476 ribu atau Rp 4,28 miliar per tahun. Dalam satu bulan, rata-rata ia akan menerima Rp 350 jutaan.

Jika dibandingkan dengan gaji atau penghasilan bos Bank Mandiri, pendapatan yang diperoleh Sri Mulyani memang masih lebih kecil. Dalam setahun, rata-rata penghasilan seorang direktur Bank Mandiri sekitar Rp 6,6 miliar atau Rp 550 juta per bulan.

Namun, bila dibandingkan dengan penghasilan yang diperoleh sebagai Menteri Keuangan, Sri Mulyani akan memperoleh 5-6 kali lipatnya. Selama ini seorang menteri hanya menerima gaji pokok Rp 18 juta. Tetapi, jika ditambah dengan berbagai tunjangan yang diperoleh, take home pay mereka bisa Rp 50-60 juta per bulan. Itu belum termasuk dana operasional menteri per bulan Rp 150 juta.

Sedangkan, bila dibandingkan dengan gaji Presiden Republik Indonesia, penghasilan Sri Mulyani di Bank Dunia juga masih jauh lebih tinggi. Dengan penghasilan kotor Rp 350 juta per bulan, ekonom asal Semarang itu akan memperoleh penghasilan lebih dari dua kali penghasilan seorang Presiden RI.

Menurut Kepala Badan Anggaran DPR, Harry Azhar Azis beberapa waktu lalu, take home pay atau total pendapatan yang dibawa pulang seorang Presiden RI saat ini sekitar Rp 150-an juta. "Itu sudah termasuk tunjangan-tunjangan," katanya.

Tetapi, jangan lupa, Presiden juga memiliki dana operasional yang berjumlah miliaran rupiah per tahun.

No comments:

Post a Comment